Menulis Arab Di Linux

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ﷲِ وَبَرَكَاتُهُ

Mungkin posting saya ini sudah basi, mengingat hal ini sudah biasa digunakan oleh para pengguna komputer, terutama yang sering menulis tulisan Arab mengutip lafaz Al Quran atau Al Hadist. Bahkan ada orang Indonesia yang sering menggunakan Arab gundul — tanpa harokat — untuk menulis keseharian. Lho kok? Iya, saya dulu mempunyai teman yang hanya bisa membaca dan menulis Arab untuk sehari-harinya, bukan tulisan latin atau gedrik — huruf tegak. Konon ceritanya ia memang SDTT — sekolah dasar tidak tamat — tapi pintar mengaji. Kendati demikian, terakhir beberapa tahun lalu bertemu sepertinya ia sudah mahir membaca.

Kembali ke topik, sering saya temui di berbagai milis menanyakan perihal cara menulis Arab di komputer. Kebanyakan jawaban mengarahkan penggunaan sistem operasi Windows Arabic yang sudah dibuat model Arab, atau install software ini itu, jujur saya tidak tahu apa yang diinstall. Dulu, saya pernah menulis Arab menggunakan Symbol pada MS Word, lumayan bagus, tapi Arabnya gundul tanpa harokat, dan keselnya bukan main, karena kilik-kilik satu-satu.

Saya kira, saat ini sudah banyak perangkat lunak untuk menulis karakter huruf yang aneh-aneh ala tulisan Jawa, Bali, Bugis, Rusia, Arab, Tagalog (Filipina), Thailand, Katakana (Jepang), Mandarin (China) dan sebagainya. Hanya yang jadi masalah adalah perbedaan bahasa dan kebanyakan orang belum tahu dan belum terbiasa saja. Nah, coba tanya om Google, banyak sekali informasi yang bisa dicoba.

Kalau saya sendiri lebih suka menggunakan Gucharmap, yaitu aplikasi peta karakter yang memungkinkan untuk menyisipkan karakter spesial tertentu pada sebuah dokumen atau text field. Dengan demikian, saya tak perlu menghapal simbol-simbol Arab pada keyboard atau menempeli simbol huruf Arab pada tiap-tiap tombol keyboard. Cukup bermain dengan mouse dan memilih karakter mana yang hendak disusun. Hebatnya, hurufnya langsung tersambung otomatis seperti demikian:

.اِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَا عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرْ

Kemudian bila telah tersusun satu atau beberapa kalimat, tinggal di-copy-paste ke OpenOffice Writer, kemudian tambahkan harokatnya di sana. Memang kelemahannya bila menulis dalam jumlah banyak, misalnya 100 kalimat, lebih baik menggunakan keyboard dan diketik langsung pada OpenOffice Writer. Syaratnya hanya aktifkan Arabic style pada Keyboard Preferences. Bila belum ada style Arabic, install lebih dulu SCIM (Smart Common Input Method) juga fonts Arabic. Saya menggunakan Ubuntu, tinggal buka Synaptic Package Manager atau ke terminal, ketik:

$ sudo apt-get install scim

Setelah itu coba lihat di panel atas, biasanya muncul keyboard indicator, tinggal pilih Arabic atau USA. Jangan lupa, instalasi juga paket Arabic untuk OpenOffice, untuk menulisnya pilih font Scheherazade. Ada yang telah menyusun program kecil sehingga memudahkan menulis Arab menyesuaikan style keyboard yang ada, coba kunjungi aksara Arab di wiki.ubuntu-id.org.

Selamat mencoba.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ﷲِ وَبَرَكَاتُهُ

Update:
Beberapa browser mungkin tidak bisa membaca dengan baik tulisan Arab di atas. Saya coba Firefox 3, Galeon, Epiphany terlihat masih bisa dibaca. Sedang Opera 9.5 for Linux terlihat putus-putus di antara harokatnya. Sedang di IE7, hanya huruf lam-alif tidak mengikat sempurna.

http://www.suburanugerah.com

2 responses to “Menulis Arab Di Linux

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s